Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik

         Pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
Oleh: Lia Faridatul Ulfa
    Berbicara mengenai pertumbuhan dan perkembangan tentu sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Namun kita harus benar benar memahami definisi dari pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah bertumbuhnya atau berubahnya fisik seseorang, sedangkan perkembangan lebih tertuju pada perubahan psikis dimana perubahan-perubahan tersebut terjadi akibat kekuatan-kekuatan dari luar. Secara umum, pertumbuhan dan perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang bersifat progresif dan terus menerus. Pertumbuhan-perkembangan berkaitan dengan perubahan secara kuantitas maupun kualitas. Perubahan fisik dapat terdeteksi seiring dengan bertambahnya usia (peserta didik) secara kuantitatif. Sedangkan kualitas, dimana terjadi perubahan dalam berfikir, bertindak sesuai dengan tingkat kematangan dan pengalaman hidup dari peserta didik.
       Setelah mengetahui definisi dari pertumbuhan dan perkembangan, kita juga harus mengetahui teori teori perkembangan peserta didik, yaitu teori nativisme, teori konvergensi, teori kognitivisme, teori fungsional, teori kontruktivisme, teori humanisme dan teori sibernetik. Kemudian ada tahapan perkembangan peserta didik, yaitu perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan emosional, perkembangan sosial dan perkembangan bahasa. Kecerdasan kognitif yang diuraikan Jean Piaget berlaku terhadap pertumbuhan-perkembangan yang normal. Untuk itu, modal dasar utama dari setiap peserta didik adalah mengembangkan kapasitas yang ada dalam dirinya. Hal ini terjadi jika faktor internal maupun faktor eksternal selama masa proses tumbuh kembang individu sejak masa janin sampai akhir kehidupan berkonstribusi secara positif terhadap diri anak. Faktor eksternal seperti latar belakang pendidikan, budaya, ekonomi keluarga, pola asuh, serta peluang dan kesempatan yang diperoleh anak semasa hidup nya, dan faktor internal seorang gen atau selama proses janin mengalami pertumbuhan juga sangat berpengaruh.
       Untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang antara lain dapat menggunakan tes intelegensi. Seberapa besar kapasitas dari individu untuk mampu menyelesaikan aspek-aspek yang berhubungan dengan kecerdasan umum, daya analisa, daya tangkap, penalaran verbal, bagaimana aspek-aspek lainya dalam individu yanh nantinya tecermin dalam kehidupan sehari-hari dalam menghadapi masalah. Dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam contoh yang dapat diamati, di observasi mengenai bekerja tidaknya kemampuan kognitif manusia sesuai dengan tahap dan perkembangan dari individu itu sendiri. Seperti anak-anak TK berbagi makanan, orang tua dijalan ditolong oleh yang lebih muda. Cara bekerja otak kiri dan otak kanan dalam ekspresi perilaku yang tergambar juga memberikan informasi bagian mana dari individu tersebut yang berfungsi lebih dominan. Stimulus dan rangsangan atau respon dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh dalam perilaku kehidupan selanjutnya 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

semburat rindu:)

Academic Burnout

Sosialisasi SDN 78 Sapta Mulya