Academic Burnout
Pelajar juga bisa ngalamin Burnout?
Yuk mengenal Academic Burnout!
Istilah burnout pertama kali dikemukakan oleh psikolog Herbert Freudenberger pada tahun 1974. Beberapa tahun kemudian, konsep burnout juga diteliti di sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa juga dapat merasakan stres seperti pekerja. Academic burnout atau kelelahan akademik merupakan reaksi emosional, fisik, dan mental yang negatif terhadap studi yang berkepanjangan.
Penyebab Academic Burnout
Academic burnout merupakan puncak dari segala rasa capek yang terlalu lama mengendap di tubuh dan pikiran kamu. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini terjadi:
1. Aktivitas yang terlalu padat
Bangun pagi sekolah, sorenya bimbel, malamnya ngerjain latihan soal. Akhir pekan dipakai buat les lagi. Energi dan pikiranmu pun lama-lama terkuras.
2. Persaingan dan tingkat kepercayaan diri
Kadang kita suka insecure alias nggak pede dengan kemampuan sendiri.
3. Tugas yang terlalu banyak
Semenjak pandemi, PR semakin menumpuk. Belum lagi jadwal try out yang datang tiap minggu. Kamu harus membagi waktu antara belajar, mengerjakan PR, serta membantu orangtua di rumah.
Tips Mengatasi Academic Burnout
1. Buat Batasan
Pertama, kamu harus kasih batasan. Bahasa kerennya boundaries. Pisahkan waktu buat belajar, main, dan mengerjakan tugas rumah.
2. Komunikasikan dengan Guru dan Orangtua
Kedua, komunikasi dengan guru dan orangtua. Yah, memang sulit sih, tapi nggak ada salahnya dicoba. Kamu bisa diskusi dengan teman yang mengalami hal serupa, lalu menyampaikannya lewat kalimat yang sopan ke Bapak dan Ibu Guru.
3. Journaling
Ketiga, journaling alias menuangkan seluruh pikiran dan perasaan kamu ke dalam bentuk tulisan. Seringkali kita nggak punya kesempatan untuk curhat karena takut membebani orang lain. Melalui journaling, kamu bisa bercerita tentang hal-hal yang mengganggu pikiran. Hal ini membantu melepaskan stres dan menurunkan tekanan darah tinggi.
4. Istirahat
Keempat, take a break! Istirahat selama apapun yang kamu mau. Kalau kamu ngerasa udah capek dan pengen berhenti sebentar, gapapa kok. Cari waktu buat jalan-jalan, pokoknya yang bikin kamu semangat dan seneng lagi.
Komentar
Posting Komentar